Heating Bread Knife

Dewasa ini semua tahu bahwa perkembangan IPTEK di tanah air semakin sering adanya temuan-temuan baru yang tentunya sangat bermanfaat seiiring bertambahnya kebutuhan hidup sehari-hari. Produk-produk yang tercipta antara lain dari permintaan dalam bidang teknologi yang menuntut sesuatu yang praktis dan lebih bermanfaat dibandingkan dengan produk yang sudah ada sebelumnya. Oleh karena itu, kami membuat sebuah produk baru yang meliputi ilmu dari Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, dan Ekonomi. Produk ini bernama “Heating Bread Knife” yang berarti pisau roti hangat. pisau roti biasa dengan suhu ruangan akan sulit mengiris mentega dingin dari lemari es yang pada akhirnya, kita harus menunggu mentega sampai lunak dan mudah diiris. Kegunaan pisau roti hangat ini adalah untuk membantu melunakkan mentega agar mudah diambil dan bisa segera dioleskan ke roti yang akan siap disantap.
Kami membuat Heating Bread Knife ini kurang lebih selama 1 bulan, berikut adalah langkah pembuatan serta desain produk teknologi sederhana ini :
Langkah - langkah pembuatan Heating Bread Knife :
1. Pisahkan mata pisau dengan gagangnya
2. Lepas kumparan dalam solder
3. Sambungkan kumparan solder ke pangkal mata pisau dengan dilas
4. Siapkan gagang pisau dari kayu yang bagian tengahnya dibor
5. Setelah dibor, masukkan kumparan solder yang ujungnya sudah dilas ke pangkal mata pisau
6. Pastikan semua terpasang dengan baik
7. Lakukan percobaan

Untuk pertama kalinya, produk ini berhasil dibuat sesuai dengan tempo waktu yang diberikan. Namun, terdapat 1 kesalahan kecil dimana diameter gagang pisau tempat kumparan solder berada terlalu sempit dan padat. Hal ini, menyebabkan bau seperti kabel terbakar. Kami mencari tahu kesalahan kami dan melakukan perbaikan dengan mengganti gagang pisau yang berdiameter lebih besar sehingga setelah pisau dirakit kembali dan melakukan percobaan, bau yang timbul pun perlahan menghilang. Kalaupun ada bau kabel terbakar, itu bukan hal yang berbahaya karena bau itu berasal dari gagang pisau yang terbuat dari kayu ini mengalami panas arus listrik hingga 40⁰C.



Kelompok 1 :
Ribka Warisal (2007-035-006)
Helena Susan (2007-035-010)

Rusdi Martinus (2008-035-019)



19 April 2010 0 comments

0 comments:

Posting Komentar

html hit counter

powered by
Free Domain Name