PGSD UNIKA ATMA JAYA TERAKREDITASI "B" OLEH BAN-PT

MENGOLAH SAMPAH ORGANIK MENGGUNAKAN MINI KOMPOSTER

Latar Belakang Permasalahan :
Masalah pembuangan sampah yang sulit ditangani oleh pemerinyah. Salah satu pemasok sampah berasal dari rumah tangga, berupa sampah organic dan An-organik. Kelompok kami mengajak masyarakat untuk peduli terhadap sampah, terutama sampah rumah tangga dengan cara memanfaatkan sampah menjadi bahan yang berguna.
CARA MENGOLAH SAMPAH ORGANIK MENGGUNAKAN MINI KOMPOSTER
Alat: pisau, garuk sampah, talenan. Bahan : sampah organic, Boisca, air





Cara Mengolah : Memilah sampah organik dan sampah An-organik. Mencacah sampah organik hingga kecil,.Isi sprayer dengan air dan Biosca dengan perbandingan 1 liter air dengan 1 tutup Biosca, kocok sprayer masukkan sampah organik ke dalam mini komposer, semprot sampah dengan Biosca( tidak terlalu basak). Biarkan selama 14 hari. Air lindi dapat diambil, air lindi dicampur air dengan perbanding 1 gelas air lindi : 5gelas air sumur dapat digunakan untuk menyiram tanaman. Kompos dikeluarkan dari Mini Komposer, dihampar di tempat yang teduh. Setelah kadar air kompos kira-kira 30 % kompos telah dapat dipakai untuk memupuk
Kegiatan :
Hari ke 1: Pengumpulan sampah dari rumah tangga. Memilah sampah organik dan sampah An-organik. Sampah organik, misalnya potongan batang, daun bayam, kangkung, kacang panjang, dicacah sampai lembut. Sampah An-organik yang berupa plastik minyak goreng, sabun pencuci piring, sabun mandi cair, tempat CD dicuci bersih lalu dikeringkan. Sampah organik yang sudah dicach dimasukkan ke dalam mini komposter. Mengisi sprayer dengan 1 liter air dan 1 tutup botol Boisca, kocok sprayer. Menyemprotkan cairan boisca dan air ke mini komposter. Sampah organik didiamkan selama 2 minggu.









Hari ke 2 :Melubangi bagian bawah sampah An-organik ( wadah CD, wadah minyak sayur, wadah sabun pencuci piring, wadah sabun mandi, dll ). Mengisi tanah sebanyak 0,75 wadah ke dalam 5 pot. Menanam tanaman.


Hari ke 14 : Mengambil dan menyimpan air lindi. Membuka mini komposter, mengambil pupuk organik lalu dihampar di lantai (tempat yang teduh) agar tidak terlalu basah. Menunggu sampai kadar air kompos kurang lebih hingga 30 %. Memasukkan pupuk organik ke dalam wadah yang telah dilubangi dan diisi tanah sebanyak sepertiga bagian. Menanam tanaman pada 3 wadah yang telah diisi kompos organik dan 2 wadah yang hanya diisi tanah.





Hari ke 15 : Mengisi 3 pot dengan pupuk organik. Menyiram tanaman yang diberi pupuk organik dengan air lindi.



Hari ke 21 : Mengamati perbandingan pertumbuhan tanaman yang menggunakan pupuk organik dan yang hanya menggunakan tanah. Mencatat hasil akhir pertumbuhan tanaman yang menggunakan pupuk organik dan tanaman yang ditanam tanpa pupuk organik. Membuat laporan hasil pengamatan.
Keterkaitan Produk Dengan Pembelajaran IPA dan Matematika di SD
A. IPA : Cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan subur.
pembelajaran kelas 2
B. Matematika : a. Pengukuran menggunakan alat ukur baku panjang, yaitu penggaris cm
dan alat ukur volume, yaitu liter.
Pembelajaran kelas 2 dan 4.
b. Pembelajaran tentang Perbandingan.
Pembelajaran kelas 5.
Uji Coba Pemakai Produk :
a. Apakah produk pupuk organik yang kami buat cukup ekonomis ?
( ya / tidak )
b. Apakah alat dan bahan yang diperlukan mudah di dapat ?
( ya / tidak ).
c. Apakah pupuk organik yang kami buat dapat mengurangi dampak limbah rumah tangga ?
( ya / tidak )
d. Apakah pot yang kami buat dari sampah An organik cukup menarik ?
( ya / tidak ).
e. Apakah anda berminat mencoba membuat pupuk organik ?
( ya / tidak ).
f. Tuliskan kesan dan pesan anda terhadap produk yang kami buat !



























































































































More..
19 April 2010 0 comments

TIMBANGAN AIR

Dewasa ini peserta didik kurang begitu peduli dengan perkembangan pertumbuhan dirinya. Peserta didik bila ditanya “ Berapa berat badanmu sekarang?” pasti dia akan menjawab “ Tidak tahu !” atau mungkin akan menjawab “ Kata mama, berat badanku 25 kg”. Jadi peserta didik tidak megetahui secara pasti berapa berat badannya yang sebenarnya.
Sebenarnya peserta didik dapat mencoba dan melihat secara langsung berapa berat badannya yang sebenarnya, setelah peserta didik mempraktekkan secara langsung dengan menimbang berat badannya sendiri secara langsung pada alat timbangan.
Oleh sebab itu kami mencoba membuat sebuah proyek “ Alat Penimbang Berat Badan” yang dapat digunakan oleh peserta didik untuk menimbang berat badannya sendiri. Adapun bahan-bahan tersebut kami buat dari bahan sederhana dan bentuknya menarik bagi anak.
Melalui proyek ini anak diharapkan dapat aktif dan rutin menimbang berat badannya, sehingga anak dapat mengetahui perkembangan atau pertumbuhan berat badannya, dan dapat mengetahui perbedaan angka berat badannya setiap bulan.

LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN PROYEK “TIMBANGAN AIR”

1. Alat
a. Paku
b. Palu
c. Lem kayu
d. Kuas
e. Cat
f. Gergaji
g. Spidol
2. Bahan
a. Jeriken
b. Air
c. Triplek
d. Kayu

3. Cara pembuatan
- Potonglah triplek dengan ukuran 60 cm x 45 cm
- Lubangi jeriken dan pasang selang pada lubang tersebut.
- Pasanglah sebatang kayu pada triplek tersebut.
- Isilah jeriken dengan air.
- Tutup jeriken tersebut.
- Pasangkanlah jeriken tersebut dengan posisi direbahkan pada triplek.
- Pasanglah selang yang telah terhubung dengan jeriken pada sebuah kayu.
- Tulislah angka pada kayu tersebut sesuai dengan ukuran berat badan yang telah
Ditentukan
Rancangan Produk












More..
1 comments

DETERJEN RAMAH LINGKUNGAN "F-WAY"

LATAR BELAKANG PEMBUATAN PROYEKPada zaman teknologi modern saat ini, banyak aktivitas manusia yang dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan alam. Salah satu aktivitas tersebut adalah penggunaan berbagai produk instant oleh masyarakat yang ternyata mengandung bahan-bahan kimia tidak ramah lingkungan. Akibatnya, lingkungan alam menjadi tercemar serta keseimbangan ekosistem menjadi terganggu. Contoh produk instant yang sering digunakan oleh masyarakat adalah deterjen pencuci pakaian. Berbagai merk terkenal deterjen pencuci pakaian telah membuat masyarakat mengkonsumsi dengan bebas tanpa menghiraukan akibat dari penggunaannya, baik terhadap lingkungan maupun pengguna deterjen itu sendiri. Oleh sebab itu kami ingin menciptakan sebuah produk pencuci pakaian yang aman dan ramah lingkungan. Produk ini pun diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat luas sebagai wujud kesadaran untuk berpartisipasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi bagian dari lingkungan tempat tinggal dan kehidupan manusia.


RANCANGAN PROYEK
A. DESAIN PRODUK



B. KETERKAITAN PROYEK DENGAN MATERI· Jenjang Kelas : Kelas VI Semester 1
· Mata Pelajaran : I P A dan Matematika
IPA :* Standar Kompetensi :
3. Memahami pengaruh kegiatan manusia terhadap keseimbangan lingkungan.
* Kompetensi Dasar :
3. 1 Mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi
keseimbangan alam ( ekosistem ).

Matematika :
* Standar Kompetensi :
5. Melakukan operasi hitung pecahan dalam pemecahan masalah.
* Kompetensi Dasar :
5.4 Melakukan operasi hitung yang melibatkan berbagai bentuk pecahan.
PELAKSANAAN PROYEK
A. PEMBUATAN PRODUK· Jenis Proyek : membuat produk deterjen ramah lingkungan.
· Nama Produk : Deterjen Ramah Lingkungan “F-WAY”

· Alat dan Bahan
Alat :


- Timbangan terigu - Kamera
- Pipet - Jam
- Ember - Plastik
- Gayung - Baskom
- Sendok - Nampan
- Baju kotor - Label

Bahan :
- Linear Alkyl Benzene Sulfonate ( LABS ) : 0,02 kg
- Ethylene Diamine Tetra Acetate/ EDTA : 0,02 kg
- Sodium Sulfate : 0,15 kg
- Carboxyl Methyl Cellulose ( CMC ) : 0,01 kg
- Pewangi lemon alami : 2 ml


· Cara Pembuatan
* Campurkan semua bahan-bahan di bawah ini dengan perbandingan yang telah ditentukan :
- Linear Alkyl Benzene Sulfonate ( LABS ) : 0,02 kg
- Ethylene Diamine Tetra Acetate/ EDTA : 0,02 kg
- Sodium Sulfate : 0,15 kg
- Carboxyl Methyl Cellulose ( CMC ) : 0,01 kg
- Pewangi lemon alami : 2 ml
* Semua bahan dicampurkan dengan rata.

B. UJI COBA PRODUK
Setelah tercampur, ambil satu sendok seukuran sendok attack ( salah satu merek deterjen)
-Uji coba pada pakaian kotor kira-kira beratnya 5 kg
-Pisahkan pakaian berdasarkan warna dan tingkat kotorannya
-Masukkan 1 sendok takar penuh deterjen F-WAY dalam 5 liter air. Pastikan bubuk deterjen larut dalam air.
-Rendam pakaian kotor selama kurang lebih 10 menit.
-Untuk noda membandel lakukan perendaman 30 – 60 menit
-Kucek seperlunya dan bilas pakaian sebanyak dua kali.
-Mengamati hasil.
















Kelompok 4 :
Fitri Astuti 2008 - 035 – 017
Y. Agustin Kurniastri 2008 - 035 – 028
Elisabeth Tri Wahyuni 2009 - 035 – 006
Ary Dyan Wulandari 2009 - 035 – 008

More..
0 comments

Perangkap Nyamuk Sederhana

Latar belakang

Perubahan musim yang terjadi di Indonesia membawa dampak buruk yang menyebabkan bermacam-macam bencana. Bencana yang terjadi diantaranya gempa bumi, Tsunami, tanah longsor maupun bencana banjir yang kerap kali datang tanpa pernah di duga. Bencana alam yang terjadi sering disertai berbagai macam penyakit.
Dengan perubahan cuaca yang sangat cepat berdampak pada timbul dan berkembanganya bibit – bibit penyakit. Salah satu penyebab penyakit yang kerap kali datang saat bencana banjir ditimbulkan oleh Nyamuk. Nyamuk dapat menyebabkan penyakit demam berdarah, malaria, kaki gajah. Penyakit demam berdarah dapat menyebabkan si penderita meninggal dunia bila tidak cepat-cepat ditangani dan ditanggulangi.
Banyak sekali yang dapat dilakukan untuk penanggulangan penyakit demam berdarah. Cara yang dilakukan Pemerintah adalah membagikan bubuk abate kepada setiap warga melalui kelurahan serta mengadakan penyuluhan mengenai cara membasmi nyamuk di sekitar. Tetapi hal itu tidak dilakukan secara rutin mengingat dana yang dibutuhkan tidak sedikit. Berbagai jenis obat-obatan dan lotion bermunculan untuk membasmi nyamuk. Obat-obatan yang dijual tidak terhindar dari dampak buruk yang ditimbulkan. Dampak buruk yang terjadi diantaranya sesak nafas, batuk dan lain sebagainya yang dapat mengganggu kesehatan.
Dampak yang kurang baik dari obat-obatan yang terjadi menyurutkan kelompok kami mencari solusinya. Kelompok kami mencoba membuat alat yang dapat bermanfaat untuk menguranggi jumlah nyamuk yang tidak menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan kita. Proyek pembuatan alat ini merupakan proyek mata kuliah MIPA. Kami berharap ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Pelaksanaan Proyek
Kenapa nyamuk yang kami jadikan objek dari alat percobaan yang kami buat? Nyamuk merupakan serangga kecil yang mematikan. Penyebaran virus dan berbagai penyakit di bawa oleh nyamuk. Demam berdarah dan malaria contohnya. Penyakit yang satu ini penyebarannya dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti dan nyamuk Anopheles.
Proyek ini dibuat untuk pemenuhan tugas Praktikum MIPA dan menanggulangan sampah di sekitar kita yang dapat pula menyebabkan bencana banjir. Sampah yang sulit terurai dapat menyebabkan banjir kkarena timbunan sampah yang menghambat arus air di sungai dan berbagai penyakit yang ditimbulan dari aroma yang ditimbulkan. Banyak cara yang digunakan untuk pengurangan sampah selain proses pembakaran yaitu pemanfaatan barang-barang tidak terpakai atau yang disebut dengan sampah.
Pemanfaatan sampah yang kami pakai adalah botol bekas minuman, kantong plastik hitam yang berserakan di mana-mana, sulit terurai dan penyebab banjir. Bahan dan alat yang kami perlukan dalam pembuatan proyek ini adalah :
1Botol air mineral / soft drink ( 2000ml / 2 liter).
21 gram ragi bubuk
350 gram gula pasir
4200 ml air putih ber suhu 40?C
5Teko listrik
6Kantong plastik berwarna hitam
7Asturo hitam
8Gunting
9Pisau karter
10Double tape
11Karet gelang
12Solasi plastik
13Sendok plastic

Langkah langkah pembuatan :
Ambil botol Air mineral ukuran 2 liter yang sudah tidak digunakan lagi
Potong botol air mineral menjadi 2 bagian menggunakan pisau karter ±10 – 15 cm.

Panaskan air sebanyak 200 ml dan masukkan gula sebanyak 50 gram ke dalam air yang masih panas. Haduk hingga butiran – butiran gula larut.


Masukkan ragi bubuk ke dalam botol plastic. Lalu dinginkan air gula menjadi 40®c dan masukkan ke dalam botol plastic tanpa melakukan pengadukan agar berangsur – angsur dengan gula memproduksi CO2.



Setelah memasukkan larutan ke dalam botol yang berisi bubuk ragi, lalu ambil bagian atas botol dan tutup dengan cara membalikkan mulut botol mengarah kebawah botol


Lapisi bagian luar botol menggunakan karton berwarna hitam atau menggunakan kanton pastik berwarna hitam untuk membuat bagian botol menjadi berwarna gelap
Sebaiknya alat tersebut diletakkan di tempat yang gelap dan di sudut ruangan


Karton/ kantong pastik berwarna hitam untuk membuat bagian botol menjadi berwarna gelap
Sebaiknya alat tersebut diletakkan di tempat yang gelap dan di sudut ruangan.

Uji coba proyek dan tindak lanjutnya


Kelompok kami membuat 4 proyek MIPA ini dan diletakan di tempat yang berbeda. Alat uji coba pertama kali dibuat di rumah Jeffri, yang ke dua di kampus yang diletakan di lantai 4 gedung G tepatnya di dekat ruang redaksi mading, yang ke tiga di sekolah TK “ X “ dan yang ke empat di rumah Sevtiany. Keesokan harinya alat belum menghasilkan tanda-tanda hadirnya nyamuk.
Hari ke dua terdapat kecoa pada alat yang di cobakan di kampus. Hari ke tiga dan ke empat tidak terdapat nyamuk di dalam alat percobaannya. Kami menyelidiki mengapa kecoa yang kami dapat pada alat percobaan di kampus. Kami menemukan alasannya, karena alat tersebut di letakan di luar rungan, yang memungkinkan serangga lain datang. Tindakan yang kami lakukan pada alat percobaan di kampus adalah pemindahan alat yang semula di depan ruang redaksi mading dipindah ke dalam ruangan mading.
Alat percobaan di rumah dan di sekolah belum mendatangkan seekor nyamuk pun. Yang terjadi dengan alat ini adalah menimbulkan aroma yang timbul akibat fermentasi antara air larutan gula dan ragi, serta terjadinya perubahan warna air lautannya menjadi putih kekunung-kuningan. Kami sempat kecewa dengan hasil alat yang kami buat karena pada hari ke dua sampai ke lima belum mendapat nyamuk, bahkan akan mengganti proyek yang lain. Akhirnya kami meminta usulan kepada dosen pembimbing kami dan disuruh membuat alat percobaan yang sama tetapi menerapkan ukuran yang benar-benar sesuai ketentuan. Pada hari ke enam kelompok kami membuat 2 alat yang baru dan kami meminta tetangga kami untuk mengujinya.
Pada hari ke tujuh saat kami melakukan pengamatan pada alat percobaan di sekolah TK “ X “ terdapat 1 ekor nyamuk dan sampai hari ke delapan bertambah 1 ekor lalat. Alat percobaan di kampus pada hari ke empat belas terdapat 1 ekor nyamuk, hari ke delapan belas bertambah lagi 1 ekor, hingga hari ke Sembilan belas terdapat 9 ekor nyamuk dan 1 ekor kecoa.

Keterkaitan Proyek Dengan Materi IPA :

Kami menggunakan sifat-sifat air sebagai panduannya. Salah satu sifat air adalah air dapat menempati wadahnya, air yang kita gunakan dapat menempati botol yang digunakan. Sifat permukaan air yang tenang selalu mendatar, nyamuk sangat senang dengan tempat air yang tenang untuk proses perkembang biakannya. Sifat air memiliki volume yang tetap, karena proses ini memakan waktu yang lama untuk proses pengamatan kelompok kami memilih air yang volumenya tidak berubah-ubah sehingga hasil pengamatannya menjadi pasti. Dan yang terakhir sifat air yang digunakan adalah air dapat melarutkan benda padat, air yang digunakan dapat melarutkan gula dan ragi yang digunakan untuk proses fermentasi.
Selain menggunakan materi sifat air, kelompok kami menggunakan materi penggunaan pemahaman perubahan penampakan bumi dan langit sehingga dapat mengkaitkan antara Sumber Daya Alam dan cuaca dengan lingkungan, contohnya penggunaan sampah sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan kembali.
Keterkaitan Proyek Dengan Materi Matematika :
Materi yang kami gunakan adalah penggunakan satuan ukur panjang dan berat. Dalam proses pembuatannya menggunakan berbagai macam ukuran berat dan panjang, diantaranya adalah 2000 mili liter = 2 liter, 50 gram gula, 1 gram ragi dan ukuran pemotongan botol 10 cm dan 15 cm.
Selain menggunakan pengukuran siswa dapat juga menggunakan materi perbandingan bila menggunakan ukuran tempat yang lebih besar, maka ukuran bahan dan alat juga diperbesar.
Kelompok II
Devie Handayanie 2007035002
Sevtiany Asianthree Rahayu 2007035004
Stefanus Jeffry Limandau 2007035015

More..
3 comments

Lampu Hias Multifungsi

Makalah ini memuat tentang “Lampu hias Multifungsi” yang dapat digunakan untuk meja belajar maupun pada saat istrirahat malam makalah ini masih kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca. Makalah ini dapat membantu para guru maupun siswa dimana dapat menambah bahan pembelajaran serta dapat membangun minat, motivasi dan kreatifitas siswa, pembelajaran yang sederhana ini dapat dijadikan sebagai inspirasi bagi guru dan siswa untuk mencari dan menemukan bahan pembelajaran yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna dari barang bekas dapat dibuat berbagai macam benda yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat dan berdayaguna.
A. Bahan dan Alat
Bahan:
1.Kardus bekas
2.Kertas HVS
3.Cat semprot (deko) / filox
4.Lem daya rekat yang kuat / fox
5.Kabel listrik
6.Bohlam
7.Steker
8.Tempat bohlam
9.Sekrup

Alat :
1.Gunting
2.Penggaris
3.Pensil
4.Jangka
5.Pisau/Cutter

Cara pembuatan
1.Gambarlah beberapa pola di atas kardus dengan pensil, penggaris, dan jangka, pola berbentuk lingkaran dengan ukuran a.12,5cm b,15,cm c,30 cm
2.Potonglah kardus mengikuti pola yang sudah digambar (pola lingkaran) dengan cutter. Kemudian di lem dengan lem kayu atau lem fox
3. Gambarlah tiang penyanga dengan ukuran 35-50 cm , sesuai kreasi yang di inginkan seperti : hurus S atau L, kardus yang sudah di gamabar dan di potong dengan cutter sesuai pola.
4.Kardus yang dipotong, lalu dilem satu persatu menjadi satu bagian agar lebih kuat.
5.Kardus yang selesai dipotong dan dilem lalu dilapisi dengan kertas HVS agar permukaan tidak berkerut.
6.Bagian-bagian pola kardus dirangkai menjadi satu kesatuan yang utuh. (Lingkaran di tempatkan sesuai dengan fungsi masing - masing demikian juga dengan tiang penyangga dipasang pada bagian masing-masing)
7.Setelah berbentuk menjadi satu kesatuan yang utuh lalu di cat / semprot dengan filox
8.Pada pola berbentuk lingkaran, pasangkan diatasnya tempat bohlam dan rekatkan dengan sekrup.
9.Tempat bohlam dipasangkan kabel dan di ujung kabel dipasangkan steker.
10.Di tempat bohlam tersebut tinggal dipasangkan bola lampu.
11.Colok steker ke stop kontak dan lampu hias siap menyala.
Kelompok 3:
1. Agustina V Puspita Dewi (2005 35 011)
2. Lonceria M S Sitinjak (2006 35 036)
3. Antonius Tri Sulistiyanto (2007 35 026)

More..
0 comments

Heating Bread Knife

Dewasa ini semua tahu bahwa perkembangan IPTEK di tanah air semakin sering adanya temuan-temuan baru yang tentunya sangat bermanfaat seiiring bertambahnya kebutuhan hidup sehari-hari. Produk-produk yang tercipta antara lain dari permintaan dalam bidang teknologi yang menuntut sesuatu yang praktis dan lebih bermanfaat dibandingkan dengan produk yang sudah ada sebelumnya. Oleh karena itu, kami membuat sebuah produk baru yang meliputi ilmu dari Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, dan Ekonomi. Produk ini bernama “Heating Bread Knife” yang berarti pisau roti hangat. pisau roti biasa dengan suhu ruangan akan sulit mengiris mentega dingin dari lemari es yang pada akhirnya, kita harus menunggu mentega sampai lunak dan mudah diiris. Kegunaan pisau roti hangat ini adalah untuk membantu melunakkan mentega agar mudah diambil dan bisa segera dioleskan ke roti yang akan siap disantap.
Kami membuat Heating Bread Knife ini kurang lebih selama 1 bulan, berikut adalah langkah pembuatan serta desain produk teknologi sederhana ini :
Langkah - langkah pembuatan Heating Bread Knife :
1. Pisahkan mata pisau dengan gagangnya
2. Lepas kumparan dalam solder
3. Sambungkan kumparan solder ke pangkal mata pisau dengan dilas
4. Siapkan gagang pisau dari kayu yang bagian tengahnya dibor
5. Setelah dibor, masukkan kumparan solder yang ujungnya sudah dilas ke pangkal mata pisau
6. Pastikan semua terpasang dengan baik
7. Lakukan percobaan

Untuk pertama kalinya, produk ini berhasil dibuat sesuai dengan tempo waktu yang diberikan. Namun, terdapat 1 kesalahan kecil dimana diameter gagang pisau tempat kumparan solder berada terlalu sempit dan padat. Hal ini, menyebabkan bau seperti kabel terbakar. Kami mencari tahu kesalahan kami dan melakukan perbaikan dengan mengganti gagang pisau yang berdiameter lebih besar sehingga setelah pisau dirakit kembali dan melakukan percobaan, bau yang timbul pun perlahan menghilang. Kalaupun ada bau kabel terbakar, itu bukan hal yang berbahaya karena bau itu berasal dari gagang pisau yang terbuat dari kayu ini mengalami panas arus listrik hingga 40⁰C.



Kelompok 1 :
Ribka Warisal (2007-035-006)
Helena Susan (2007-035-010)

Rusdi Martinus (2008-035-019)



More..
0 comments

Wisuda Sarjana Unika Atma Jaya (PGSD), 17 April 2010 Balai Sidang Jakarta











More..
1 comments

REMI 2009
















More..
09 April 2010 0 comments

BINAR 2009
















More..
0 comments
html hit counter

powered by
Free Domain Name